Senin, 08 Oktober 2012
Menentukan Spesifikasi Server
08.21
No comments
Spesifikasi komponen server sedikit berbeda dengan
komputer desktop,
yang perlu kita perhatikan saat membangun komputer server adalah
kecepatan transfer data dan proses.Kecepatan transfer data dipengaruhi
oleh lebar jalur data,
motherboard, kapasitas memory, cache perangkat keras dan bandwidth
perangkat jaringan LAN Card. Kecepatan proses dipengaruhi oleh jenis
prosessor dan frekuensi CPU. Lihat gambar di bawah menunjukkan bagian terpenting komponen komponen server.
Kita memilih komponen server dengan pertimbangan kecepatan transfer
data, kecepatan proses data dan bandwidth maksimum transfer data yang
melalui jaringan LAN (Local Area Networking).
Memilih Komponen Untuk Server
08.19
No comments
Memilih Komponen Server Jaringan
Di zaman e-government saat ini, rasanya sudah tak terhitung banyak kantor pemerintah yang sudah saling terhubung dan menggunakan komputer. Begitu juga dengan server, tentunya banyak pegawai pemerintah yang sudah tidak asing dengan perangkat keras (hardware) yang biasanya berguna dalam penyimpanan data-data. Mungkin Anda pernah mendengar ketika era e-government baru bergulir banyak lembaga/ kantor pemerintah yang ikut “demam” membeli perangkat server.
Hasilnya? Banyak server yang tidak sesuai kebutuhan (berlebihan) atau malah tak berfungsi alias mubazir. Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya akan memaparkan mengenai teknologi server termasuk di dalamnya bagaimana memilih server yang baik. Pasalnya, memilih server yang tepat, bisa menjadi mudah atau bahkan juga sulit karena banyak pertimbangan teknologi teknis yang digunakan. Untuk lebih jelasnya teknik memilih server terbagi dalam beberapa cara yaitu berdasarkan:
A. Role (Penggunaan) Server
B. Merek Server
C. Budget
D. Fitur Server
E. Lain-lainnya
A. Role (Penggunaan)
Langkah pertama yang paling tepat untuk memilih server adalah menetukan tujuan penggunaannya, yaitu bisa dibagi sebagai berikut:
1. File server
Untuk file server, biasanya Anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut :
a. Kapasitas disk yang besar
Gunakan harddisk tipe SATA/ SATA-II yang kapasitasnya bisa mencapai ratusan Gigabyte namun dengan harga ekonomis.
b. Performa disk yang baik dan keamanan data
Beli card RAID, dan atur agar RAID-0 (mirroring) diimplementasikan di server. Dengan ini, maka satu hard disk akan bertindak sebagai mirror (cermin) dari hard disk yang lainnya. Ketika satu hard disk rusak, maka data Anda tetap selamat di hard disk yang lainnya.
c. Kecepatan transfer data.
Gunakan server dengan card network 100 Mbps / 1 Gbps atau yang lebih kencang di server lalu sambungkan ke switch utama/ core di jaringan komputer Anda. Maka dengan ini setiap komputer di jaringan tersebut akan bisa mendapatkan kecepatan transfer yang tinggi dari server ini.
2. E-Mail server
Untuk server e-mail, biasanya Anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut :
a. Pemrosesan e-mail yang cepat.
Gunakan hard disk tipe SCSI / SAS, karena interface SCSI/ SAS jauh lebih efisien dalam memproses file-file berukuran kecil namun berjumlah banyak yaitu karakteristik server e-mail.
b. Keamanan e-mail di server.
Pasang card RAID di server, dan gunakan konfigurasi RAID-5. Konfigurasi ini memberikan proteksi data yang cukup bagus, tanpa membuat performa turun terlalu banyak; dan dengan biaya yang lebih terjangkau daripada RAID 1.
c. Transfer email yang kencang.
Gunakan card network 100 Mbps atau yang lebih kencang di server.
3. Database server
Untuk database server, apalagi yang akan melayani banyak user (pengguna)/ query yang berat, maka Anda harus menyiapkan server Anda sebagai berikut :
a. Pasang prosesor sebanyak-banyaknya, jika database engine yang digunakan bisa memanfaatkannya dengan efisien (seperti Oracle, PostgreSQL, dan lain-lainnya)
b. Pasang memori (RAM) sebesar-besarnya; jangan ragu misalnya untuk memasang memori sebesar 4 GB atau lebih. Lalu, jangan lupa mengkonfigurasikan software databasenya agar memanfaatkan seluruh memori yang ada tersebut secara maksimal. Contoh, jika masih ada banyak sisa memory yang tidak dimanfaatkan oleh database, maka atur agar kemudian dipakai sebagai query cache.
c. Pasang hard disk dalam konfigurasi RAID-5, hal ini akan memberikan perimbangan yang baik antara performa, keamanan data, dan kapasitas penyimpanan data.
d. Setup redundancy & resiliency semaksimal mungkin – dual power supply, hot swappable hard disk dan seterusnya.
4. Web server
Biasanya web server tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu besar, apalagi jika Anda menggunakan berbagai web server open-source seperti Apache. Namun, ceritanya bisa menjadi lain jika Anda juga menjalankan application server (seperti: mod_php, mod_perl, Tomcat, dll) di server yang sama - silahkan lihat poin dibawah ini
5. Application (Aplikasi) server
Biasanya untuk application server (PHP, J2EE, JSP, mod_perl, dll) Anda harus menkonfigurasikan server Anda sebagai berikut :
a. Perbesar kapasitas memori: Jika menjalankan apilakasi-server berbasis Java, jangan segan-segan untuk memasang memory sebesar 2 GB atau lebih di server.
b. Gunakan prosesor yang tercepat yang bisa Anda dapatkan untuk server tersebut.
c. Gunakan hard disk berukuran besar, walaupun kapasitasnya belum tentu yang terbesar.
d. Pastikan bahwa model server yang bersangkutan memiliki bandwidth yang paling besar dari prosesor ke memori.
B. Merk Server
Merek server sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, namun adakalanya Anda perlu mempertimbangkan merek server dengan alasan:
1. Corporate standard
Ada kalanya kantor Anda telah menentukan standar merk komputer dan server yang akan digunakan. Hal ini menyangkut harga yang lebih murah, mempermudah proses/ birokrasi pengadaan (procurement) server, memungkinkan untuk meningkatkan kualitas layanan purna jual terhadap komputer yang ada dan sebagainya.
2. Fitur khusus
Bisa jadi kebijakan kantor Anda telah memutuskan untuk “Go Open Source” sehingga hanya merk server tertentu yang bisa berjalan di sistem operasi Linux.
3. Local Support
Ada beberapa merek produsen server yang belum memiliki atau banyak kantor representatif di Indonesia. Jadi meski produk dan harganya bagus, namun Anda akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan dukungan teknis/ servisnya.
Terkait dengan merek server, banyak pengguna server yang bertanya apa bedanya server branded (IBM, HP, Dell, dsb) dengan server rakitan sendiri? Supaya lebih jelas perbandingannya sebagai berikut:
1. Server Branded
a. Harganya cenderung lebih mahal.
b. Biasanya bisa di upgrade sampai beberapa kali lipat dari kapasitas awalnya
c. Bisa dibuat sangat resilient / tangguh: dual/triple/quad power supply, hard disk hot swap, dan lain-lainnya.
d. Bandwidth internal (prosesor - memory - komponen) cenderung jauh lebih besar, karena menggunakan chipset khusus
server
e. Biasanya sudah menyertakan software manajemen server, sehingga mudah untuk di manage dalam jumlah yang banyak
sekalipun.
f. Komponen yang digunakan berkualitas tinggi, sehingga dapat berfungsi selama bertahun-tahun tanpa masalah sama
sekali.
C. Budget
Adalah lazim jika budget menjadi pembatas dalam proses pemilihan server. Dan saya kira jelas tidak lazim ketika suatu proses pemilihan server tidak ada batasan budgetnya (walaupun juga bukan berarti bahwa ini mustahil untuk dapat terjadi). Pada soal budget ini, kita perlu sangat berhati-hati dalam menyeimbangkan antara kebutuhan sistem, dengan batasan budget yang ada. Jangan sampai kita jadi mengorbankan kemampuan fungsi & reliabilitas server karena untuk menghemat sedikit uang.
Salah satu trik mengatasi keterbatasan budget adalah dengan memanfaatkan virtual computing. Saya pernah ditugaskan untuk mendapatkan 4 buah server, dengan 1 buah server saja. Yang saya lakukan kemudian adalah mendapatkan sebuah server quad-core dengan kapasitas memory yang besar, dan lalu setup 4 buah virtual server; dengan setiap virtual server di-cantolkan ke core prosesor yang berbeda-beda. Dengan begitu efisiensi biaya bisa diperoleh.
D. Fitur Server
Setiap jenis server memiliki fitur (fasilitas tambahan) yang berbeda-beda. Fitur-fitur ini jelas akan menambah harga server. Namun jika Anda memerlukannya, tak ada salahnya Anda pertimbangkan. Secara garis besar ada beberapa fitur yang bisa Anda lihat dari server, yakni:
1. Kemampuan Upgrade
Ada yang ukurannya sangat besar, sehingga bisa di-upgrade bahkan sampai ratusan kali lipat kapasitas awalnya. Kelebihan komputer tipe server daripada komputer biasa adalah kemampuan upgrade-nya. Walaupun ini tidak selalu benar juga, terutama pada small form factor servers (1U / mini servers). Pada saat membeli server, perlu Anda pertimbangkan – apakah akan ada penambahan load yang signifikan di masa depan atau tidak? Lihat tren perkembangan beban/load pada sistem sejak 2 atau 3 tahun sebelumnya, dan jadikan acuan. Untuk amannya, kalikan 2. Nah, dari sini kita akan mendapatkan gambaran yang lebih baik, bagaimana spesifikasi server yang akan dibutuhkan pada saat ini
2. Blade Servers
Blade servers adalah server dengan density yang sangat tinggi; karena satu server (ukuran 5U atau 6U) bisa terdiri dari puluhan blades, dimana setiap blade adalah sebuah server independen. Ada yang nyaris semua komponennya bisa diganti tanpa perlu shutdown, sehingga uptime-nya bisa mencapai bertahun-tahun tanpa masalah
3. Green Servers
Green servers adalah server yang hemat listrik. Ketika ada banyak server di datacenter Anda, green servers bisa menghemat biaya listrik Anda secara signifikan – hemat listrik, dan hemat daya pendinginan ruangan.
4. Remote Servers.
Remote servers adalah server dengan remote management port dapat dikontrol sepenuhnya dari jarak jauh. Bahkan termasuk proses menghidupkannya dari kondisi mati total sekalipun.
5. Hot Swap
Hot swap adalah fasilitas server dimana suatu komponen server dapat diganti tanpa perlu mematikan server tersebut terlebih dahulu. Pada server yang penting dan perlu untuk selalu berfungsi, sebaiknya memiliki fitur ini, sehingga dapat tercapai uptime yang mendekati 100%.
Kebanyakan server bisa hot swap power supply & hard disk, namun beberapa server bahkan mampu untuk hot swap prosessor, memory, dan motherboard-nya.
6. Dual / Triple / Quad Power Supply
Hal ini adalah agar ketika salah satu power supply unit (PSU) di server mati, maka fungsinya diambil oleh PSU yang lainnya. Dan kemudian kita bisa mengganti PSU yang rusak tadi tanpa perlu mematikan server terlebih dahulu.
7. Lain-lain
LCD panel pada bagian depan casing server seringkali sangat berguna, karena kita dapat memeriksa status server tanpa perlu mengakses keyboard & monitor. Dari LCD panel ini saja bisa ketahuan berbagai hal seperti nama server yang bersangkutan, load server saat ini, free memory, free disk space, masalah yang sedang terjadi, masalah yang telah selesai, dan lain-lainnya
E. Lain-lain
1. Rack / Tower
Server yang rack-mountable (bisa ditaruh di rak server) sangat menarik karena jadi mudah di manage, tidak banyak menghabiskan tempat, cenderung lebih hemat listrik, dan berbagai keuntungan lainnya. Namun, harganya memang cenderung agak lebih mahal jadinya dibandingkan dengan server dengan tipe casing tower.
2. Ukuran / Dimensi
Makin kecil ukuran server jelas akan semakin menarik, karena lebih hemat tempat. Namun, biasanya juga jadi lebih kecil kemampuan untuk upgradenya, atau malah jadi tidak bisa di upgrade sama sekali. Ini perlu dipertimbangkan dengan baik, agar tidak kecewa di masa depan.
3. Konfigurasi RAID
Konfigurasi RAID (Redundant Array of Independent Disks) kini ada banyak sekali, dan setiap jenis konfigurasinya tidak selalu cocok untuk setiap role server. Perlu pertimbangan yang baik sebelum memilih jenis RAID. Kekeliruan memilih konfigurasi RAID bisa menyebabkan performa yang jelek, reliabilitas sistem yang rendah, inefisiensi biaya, atau malah kombinasi dari berbagai masalah yang telah disebutkan ini.
4. Berat
Biasanya ini jarang sekali menjadi bahan pertimbangan. Perkecualian adalah ketika server-server Anda berada di gedung – kadang lantai gedung tidak kuat menampung beberapa rak server; dimana konsentrasi massa sangat besar pada footprint yang sangat kecil.
Nah dalam kasus ini, solusinya adalah dengan menyebarkan lokasi server-server (weight distribution), memperkuat lantai gedung (floor reinforcement), atau dengan memilih server-server dengan berat yang minimal.
5. Penggunaan daya listrik
Penggunaan daya listrik kini makin sering perlu menjadi pertimbangan, karena keterbatasan daya pada datacenter, dan/atau mahalnya biaya listrik pada saat ini. Server yang hemat listrik juga menghasilkan lebih sedikit panas, sehingga tidak membebani perangkat climate control / AC (air conditioning) di data center. Dan selain itu, makin besar daya yang diperlukan, maka makin besar pula kapasitas UPS (Uninterruptible Power Supply) yang perlu kita sediakan – dan ini tidaklah murah.
6. Technical Support
Secara default, biasanya server yang kita beli hanya mendapat layanan technical support dengan level standar – 9 to 5, Senin - Jum'at, 1 day response time. Untuk server-server yang critical, mungkin Anda akan perlu untuk meng upgrade level service nya menjadi seperti 7x24, 1 hours response time, same day parts replacement; ini hanya contoh, sesuaikanlah dengan keperluan & budget Anda
Memilih Sistem Operasi Untuk Jaringan
08.16
No comments
Memilih sistem operasi untuk jaringan
Membandingkan kriteria – kriteria tersebut dari dua
sistem operasi
server yang akan kita wakilkan antara Linux (dengan contoh distro
Ubuntu Server Linux) dan Microsoft Windows (Windows Advanced Server
2008). Alasan kita membandingkan dua operating system ini adalah karena
Windows dan Linux merupakan dua operating system yang paling banyak
digunakan di lingkungan servers. Anda tentunya bisa juga mempergunakan
operating system lainnya, seperti keluarga Unix lainnya seperti BSD,
AS400, HPUX, Solaris, dsb. ataupun juga Apple Server.
Nilai Investasi
Nilai investasi dari sebuah
sistem operasi server sering menjadi pertimbangan utama bagi sebuah
perusahaan dalam memilih. Di situasi ini, sering kali perusahaan
memberikan argumentasi bahwa Linux jauh lebih menguntungkan dibandingkan
Windows karena Linux adalah sistem operasi Open Source dan menjadi
konotasi (terutama di Indonesia) bahwa Open Source adalah software
gratis. Hal tersebut bisa menjadi pertimbangan walaupun tidak seluruhnya
benar. Ada beberapa Linux yang free berarti gratis (seperti Ubuntu dan
Debian), namun kata 'Free' di open source sebetulnya dimaksudkan dalam
artian 'Bebas' bahwa pengguna software tersebut berhak membuka dan
memodifikasi source code dari software tersebut.
Dari pertimbangan harga, kita bisa menilainya sebagai berikut:
1. Harga sistem operasi,
Sistem
operasi Linux memiliki kelebihan jauh dari Windows, harga Linux mulai
dari 0 (gratis) hingga jauh di bawah Microsoft Windows Server ($950
untuk 5 client dan $3800 untuk 25 client).
2. Biaya pelatihan penggunaan sistem operasi,
Karena
banyak orang mungkin sudah memiliki pengalaman menggunakan Microsoft
Windows, kemungkinan di sini perusahaan perlu mengeluarkan biaya untuk
melatih orang atau mencari orang khusus untuk mengadministrasi sebuah
server Linux. Namun perlu diperhatikan bahwa saat ini mengadministrasi
sebuah operating system Linux jauh lebih mudah dari masa – masa
sebelumnya dan mengadministrasi Windows di lingkungan server jauh
berbeda dibandingkan di lingkungan desktop, jadi jangan menutup
kemungkinan bahwa anda tidak perlu melatih orang untuk mengadministrasi
environment Windows Server.
3. Biaya instalasi sistem operasi ke dalam server,
instalasi
sebuah server sangatlah berbeda dibandingkan instalasi sebuah sistem
desktop. Ada banyak konfigurasi yang harus dilakukan, harus menimbang
juga sisi automated tasks yang perlu diset, hingga apakah ada biaya dari
sisi patching. Di sisi ini, Linux dan Windows bisa sama biayanya,
namun Linux juga bisa tidak berbiaya bila instalator anda sudah
terbiasa melakukan hal tersebut.
4. Biaya maintenance support,
Di
Linux bila anda berniat melakukan maintenance sendiri anda bisa
menganggap bahwa ini gratis, hanya sebatas gaji admin anda. Bila tidak,
maka biaya tersebut bisa anda alihkan ke support masing – masing
vendor, yaitu ke Microsoft, ataupun ke vendor Linux anda.
5. Biaya upgrade,
Sekali
lagi, ini sangat tergantung dengan pilihan anda. Di lingkungan Windows
biasanya mendownload Service Pack gratis, namun mengupgrade ke Windows
Server yang lebih baru sekali lagi merupakan investasi yang
signifikan. Bila anda memilih Ubuntu, segalanya gratis.
Dan Dari Segi Lainnya :
Stabilitas Sistem
Dari sisi ini pengalaman kami
menyatakan bahwa Linux memiliki keunggulan. Penulis memiliki pengalaman
bahwa Linux bisa bekerja dengan baik dan tidak pernah direstart selama
beberapa tahun sedangkan Windows sangatlah jarang mencapai stabilitas
yang sebanding. Bila lingkungan server anda memerlukan aksesabilitas
yang setinggi mungkin, pendeknya Linux merupakan solusi yang terbaik.
Perlu juga diingat bahwa sepanjang ini Linux belum ada virus yang
signifikan dan berarti, sedangkan dari sisi sekuriti Windows memiliki
kelemahan yang signifikan.
Dukungan Hardware
Di sini banyak sekari orang
mengatakan bahwa alasan mereka memilih Microsoft Windows adalah karena
Linux tidak mendukung hardware yang baru dan termutakhir. Hal tersebut
nyatanya tidak lagi terjadi bagi penulis. Mungkin beberapa hardware yang
sangat khusus (seperti beberapa video controller card terbaru) belum
disupport di Linux, namun biasanya hal tersebut tidak terlalu
berpengaruh bagi kegunaan server itu sendiri. Malahan dari berbagai
pengalaman penulis, kemudahan instalasi dari Linux menghasilkan hardware
– hardware yang sudah dideteksi secara otomatis – mencari CD driver
menjadi hal yang tidak terjadi lagi di Linux.
Dukungan Aplikasi
Dukungan Aplikasi: merupakan
suatu hal yang sering sekali menjadi alasan mengapa orang memilih Linux
untuk server karena banyaknya aplikasi yang awalnya memang didesain
untuk lingkungan server:
1. Firewall,
sudah
menjadi bagian dari kernel operating system dan diatur oleh perintah
command line iptables. Juga banyak interface mempermudah mensetup
iptables seperti ufw, firestarter, smoothwall, dan banyak lagi yang
lain.
2. Backup application,
Di
Windows ada banyak solusi, bisa dari software yang diberikan Windows
sendiri (Windows Backup) maupun software – software 3rd party. Di Linux
juga banyak software backup, seperti melakukan tar maupun rsync. Di
sisi ini Linux kami rasa unggul.
3. Scheduled tasks,
Di Windows ada Scheduled Tasks, dan di Linux ada Cron. Terus terang Cron
jauh lebih powerful dibandingkan Scheduled Tasks.
4. Server Applications,
Linux
jauh lebih unggul, karena biasanya aplikasinya jauh lebih stabil dan
lebih banyak. Contohnya: Apache Web Server, Bind9 DNS Server, Samba
Server, DHCP Server, CVS Server, Subversion, Iproute, MySQL Server,
PostGres Server, dan tak terhitung lagi yang lain.
Fitur Sistem Operasi
Fitur Sistem Operasi sekali lagi,
tergantung dengan kegunaan server biasanya di sini Linux juga mempunyai
keunggulan yang antara lain:
1. Remote administration
Linux
sangat unggul di sini karena hampir semua hal yang mengontrol server
bisa dilakukan melalui Ssh (Secure Shell). Bila memerlukan GUI, maka
bisa melakukan instalasi VNC Server. Di Windows anda akan tergantung
dengan GUI saja.
2. Dukungan bahasa pemrograman:
Di
Linux anda bisa menggunakan PHP, Perl, Python, Java, Ruby, C, C++ dan
masih sangat banyak yang lain. Di Windows anda hampir hanya bisa
mempergunakan VB dan C#, namun anda juga bisa mempergunakan yang lain
tetapi harus menginstall environment lebih dahulu.
3. Kemudahan penggunaan:
Pada
sisi ini mungkin secara kebiasaan Windows unggul namun hal tersebut
sangat berhubungan dengan fitur remote administration yang sudah sangat
dipegang oleh Linux, jadi paling – paling kita harus memberi nilai sama
antara kedua sistem operasi tersebut.
Memilih Aplikasi Untuk Server
08.12
No comments
Memilih Aplikasi untuk Server
Aplikasi Server
adalah aplikasi komputer yang berfungsi melayani permintaan akses dari komputer klien. web server berisi tampilan informasi perusahaan yang diakses menggunakan web browser seperti mozilla firefox dan internet explorer. FTP server berfungsi melayani transaksi pertukaran data komputer server dengan klien menggunakan aplikasi FTP klien. SMTP server berfungsi melayani transaksi surat elektronik antar mail server, seperti mail server mail.linux.or.id dengan mail.yahoo.com.
Berikut ini contoh aplikasi server.
1. Web Server
Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas
permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan.
Disebabkan sebuah halaman web
dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan
server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan
dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks,
gambar, video, atau lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web,
meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada
sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan
merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung
yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang
diminta tidak tersedia.
saat ini umumnya server web telah dilengkapi pula dengan mesin
penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan server web menyediakan layanan
situs web dinamis dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP,
ASP.
Pemanfaatan server web saat ini tidak terbatas hanya untuk publikasi
situs web dalam Waring Wera Wanua, pada prakteknya server web banyak
pula digunakan dalam perangkat-perangkat keras lain seperti printer,
router, kamera web
yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan
untuk menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas
perangkat keras tersebut.
2.FTP Server
adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang request koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar-menukar file (upload dan download file).
Fungsi FTP server adalah sebagai berikut :
- Untuk men-sharing data.
- Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
- Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user.
- Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.
3.SMTP (Simple
Mail Transfer Protocol)
Salah satu Protokol
TCP / IP, yang menentukan distribusi mail di
Internet disebut
Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) yang berbasis
kode ASCII.
Format mail dalam kode ASCII dipergunakan khusus
untuk dokumen
mail yang berupa teks. Untuk transfer dokumen mail
dalam bentuk
grafis digunakan format biner dan mempergunakan
protokol khusus
yang disebut Multipurpose Internet Mail Extension
(MIME).
Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service
SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3
Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service
SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3
4.Proxy Server
Proxy server memiliki banyak fungsi di dalamnya.
Adapun fungsi-fungsi yang mungkin dari sebuah komputer server yang
dijadikan proxy diantaranya adalah:
1. Gateway, yaitu jembatan antara jaringan public dan jaringan local.
Di dalamnya dimungkinkan terjadi translasi IP Address Public yang
disebut NAT (Network Address Translation) berfungsi untuk share
sumberdaya dari Internet sehingga client-client yang ada dalam sebuah
jaringan LAN (Local Area Network) dapat menikmati akses internet secara
bersama-sama dalam waktu yang sama pula cukup dengan menggunakan 1 buah
IP Address Public (baik statis maupun dinamis–tergantung service yang
diberikan ISP kepada kita). Namun dalam hal proteksi yang lebih baik,
biasanya Gateway ini dibuat tersendiri seperti menggunakan router, modem
dll.
2. Firewall, untuk keamanan jaringan. Fungsi ini dapat
membatasi dan mencegah terjadinya akses-akses yang tidak diinginkan
terhadap sumber daya yang ada di internet maupun intranet baik oleh
pihak client maupun oleh pihak luar yang tidak diketahui. Contohnya
seperti mem-blokir akses dari jaringan internet pada port-port tertentu
atau mencegah client mengakses situs-situs/service-service tertentu yang
berbahaya bagi komputer dan jaringan local, seperti virus, trojan,
serangan hacker dll.
3. Bandwith Management, yaitu untuk membuat
peraturan dalam mengelola kontent dan kecepatan akses terhadap sumber
daya internet/intranet yang diberlakukan bagi client dalam jaringan
localnya. Hal ini terkait pula dengan metode caching yang dilakukan
sebuah server proxy pada umumnya (telah dijelaskan diatas).
4. IP
Address/Group and User Access Management, fungsi ini merupakan fitur
yang cukup penting untuk mengelola hak kepada user/komputer/group/IP
Address yang bisa mengakses jaringan luar/internet.
5. Content
Filtering, fitur ini berupa aturan yang akan menyaring setiap
informasi/konten yang diminta oleh client agar tidak terlalu bebas dan
dapat merusak/meminimalisir sisi negatif dari konten tersebut.
6.
Transparent proxy and Non-transparent proxy, yaitu sebuah metode dimana
client yang ada dalam jaringan, tidak perlu melakukan konfigurasi
(transparent) untuk bisa mengakses/terhubung/dikenakan aturan dari
server proxy tersebut, akan tetapi Proxy Server yang langsung melakukan
broadcast terhadap siapapun yang telah memiliki akses ke internet untuk
‘dipaksa’ melewati Proxy Server
terlebih dahulu. Sementara Non-transparent proxy adalah kebalikan dari
tranparent dimana setiap client yang akan terhubung/mengakses/dikenakan
aturan proxy, maka pada setiap aplikasi seperti internet Browser, FTP
Client dll. yang menuju jaringan luar/internet harus dikonfigurasi agar
terhubung ke Proxy Server tersebut.
7. VPN Server and VPN Tunnel, VPN adalah singkatan dari (Virtual
Private Network) atau jaringan pribadi, yang merupakan cara agar
jaringan local/pengguna perorangan disuatu tempat dapat mengakses
jaringan local/komputer server ditempat lainnya melalui media public
seperti internet. Melalui VPN ini, seseorang atau sebuah jaringan local
disebuah tempat dapat terhubung dengan IP Address local, sehingga
komunikasi yang terjadi, layaknya dalam sebuah jaringan local biasa
(LAN). Namun media yang digunakan adalah media public seperti internet.
5.SNMP Server
sebuah protokol standar manajemen jaringan pada application layer TCP/IP
supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim
menggunakan TCP/IP. Berfungsi memantau dan mengatur jaringan komputernya
secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja
dengan cara menggumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap
variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola
Jumat, 05 Oktober 2012
Memeriksa Hasil Perbaikan Koneksi Jaringan
09.38
No comments
Memeriksa hasil perbaikan koneksi jaringan
Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration)
IPCONFIG (IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah 255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh
informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP address yang kita hubungi.
Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem (Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya untuk pembelian printer yang banyak.
Sebagai contoh sebuah komputer telah mensharing drive A, C, D, E, G dan sebuah printer canon berarti komputer tersebut membuka akses untuk setiap komputer dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas printer yang ia miliki.
Melakukan Setting Ulang Koneksi Jaringan
09.36
No comments
melakukan setting ulang koneksi jaringan
Perbaikan/setting
ulang
konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan
komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah
termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti. Pada
pembahasan berikut akan membahas pada perbaikan konektifitas pada
jaringan dengan Topologi Bus dan Topologi Star. Hal ini dilakukan untuk
lebih memperdalam bahasan sesuai dengan kegiatan belajar yang pertama.
Tindakan perbaikan
konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu
Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboard disesuaikan dengan kartu
jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan
hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboard disesuaikan dengan kartu
jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI. Kartu jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
a) Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan
hati-hati jangan sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan multimeter.
b) Pemasangan Kabel
UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus
(Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2
sebagai berikut:
2. Kabel Silang
(Crossover Cable)Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
Skema Pengkabelan Lurus adalah antara konektor 1 dengan konektor 2
sebagai berikut:
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
Konektor 1 Konektor 2
Pinout Pinout
Orange Putih 1 1 Orange Putih
Orange 2 2 Orange
Hijau Putih 3 3 Hijau Putih
Biru 4 _____________________ 4 Biru
Biru Putih 5 _____________________ 5 Biru Putih
Hijau 6 6 Hijau
Coklat Putih 7 _____________________ 7 Coklat Putih
Coklat 8 _____________________ 8 Coklat
Rangkuman 2
Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network).
Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut:
1) Pemasangan Kartu Jaringan
2) Pemasanga Kabel pada konektornya
3) Pemasangan kabel pada jaringanl
4) Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan
5) Pemilihan Workgroup
3) Pemasangan Konektor pada sistem Jaringan
a) Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan
topologi Bus
Pemasangan Kabel Coaxial dengan konektor BNC pada Jaringan dengan topologi Bus yang menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
b) Pemasangan Kabel UTP dengan Konektor RJ 45 pada Jaringan dengan
Topologi Star
Pemasangan Kabel UTP dengan konektor RJ 45 pada Topologi Star adalah setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan. Topologi ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahankan untuk menambah, megurangi atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada.
4) Setting konfigurasi Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan dengan cara:
a) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam system jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
• Kelas Alamat IP Address
IP Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C, Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikit jaringan, tetapi jaringan ini memiliki jumlah host yang banyak. Kelas C dipakai untuk banyak jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak digunakan.
Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
• Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana computer dihubungkan
• Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
Kelas A
Oktet pertamanya mempunyai nilai 0 sampai 127, dan pengalamatan Kelas A masing-masing dapat mendukung 16.77.214 host.
NetId = W HostId = X,Y,Z
Kelas A hanya menggunakan octet pertama ID jaringan, tiga octet yang
tersisa disediakan untuk digunakan sebagai HostId.
Karakteristik Kelas A
Bit pertama : 0
panjang NetlD : 8 bit
Panjang HostlD : 24 bit
Byte pertama : 0 -127
Jumlah : 126 kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai dengan 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP Address pada tiap kelas A
Kelas B
Oktet pertamanya mempunyai nilai 128 sampai 191, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 65.532 host.
NetId = W,X HostId = Y,Z
Karakteristik Kelas B:
2 Bit pertama : 10
panjang NetlD : 16 bit
Panjang HostlD : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 16.384 kelas B
Range IP : 128.xxx.xxx sampai dengan 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532. IP Address pada tiap kelas B
Kelas C
Oktet pertamanya mempunyai nilai 192 sampai 223, dan pengalamatan Kelas B masing-masing dapat mendukung 256 host.
NetId = W,X,Y HostId = Z
IP Addrress Kelas C sering digunakan untuk jaringan berskala kecil.
Karakteristik Kelas C:
3 Bit pertama : 110
Panjang NetlD : 24 bit
Panjang HostlD : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 256 kelas B
Range IP : 192.0.0.xxx sampai dengan 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP Address pada tiap kelas C
Subnetmask
Nilai subnetmask untuk memisahkan network id dengan host id. Subnetmask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan local atau non local. Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
Tabel subnetmask
Kelas IP
Address Bit Subnet Subnet mask
A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0
B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0
C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0
b) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)








